Archive for the ‘Politik’ Category

Warning, Artikel ini berisi mayat-mayat
orang terkenal sesaat mereka tewas..

Bagi anda yang tidak suka melihat mayat
disarankan untuk tidak melanjutkan membaca.
ν
VvV
O
V
V
V
v
v
v
v
I
I
v

Dalam dekade belakangan ini telah banyak dirilis foto mayat dari pemimpin terkenal untuk membuktikan bahwa mereka benar-benar mati.

10. Hermann Goering
Pemimpin kedua setelah Hitler di Nazi, tewas bunuh diri di penjara, sebelum dieksekusi mati

9. Nicolae Ceausescu

Pada tanggal 25 Desember, Ceausescu dan isterinya telah jatuhi hukuman mati oleh pengadilan militer di mulai dari biaya ilegal mengumpulkan kekayaan ke genosida, dan dilakukan di Târgovişte, Rumania.

8. Marilyn Monroe
Monroe ditemukan mati oleh di tangga rumahnya pada 5 Agustus 1962. Matinya dinyatakan dari overdosis pil tidur. Selain itu, beberapa teori konspirasi melibatkan John dan Robert Kennedy. Resmi penyebab matinya adalah “kemungkinan bunuh diri”

7. John F Kennedy
Presiden Kennedy tertembak di Dallas, Texas di 12:30 Central Standard Time pada 22 November 1963, pada saat melakukan kampanye, dan dia dinyatakan tewas pada pukul 01:00. semua tuduhan mengarah ke Lee Harvey Oswald, yang ditangkap di theater sekitar 80 menit setelah pembunuhan.

6. Pol pot
Pemimpin Khmer Merah ini menjadi pendengar setia VOA (Voices of America) dimasa persembunyiannya..
Pada malam di tanggal 15 April 1998, dia sedang asyik mendengarkan berita dari VOA tsb, tdk lama kemudian dia mendengar salah satu reporter VOA memberikan berita, bahwa partai Khmer Merahnya akan menyerahkan Pol Pot pada pemerintahan AS.. Mendengat berita itu Pol pot langsung mendapat serangan jantung dan langsung tewas seketika..

5. Che Guevara
Setelah ditangkap di Bolivia, dia dibawa kegedung sekolah bobrok di desa LA Higuera untuk ditahan semalam. Keesokan sorenya dia akan dieksekusi oleh tentara Bolivia, melalui undian (untuk memilih siapa yg mengeksekusi Che), akhirnya undian jatuh ke tangan Sersannya yaitu Mario Terán

4. Mao Tse-Tung
Mao Tse-Tung Cina adalah pemimpin Partai Komunis Cina dalam perang sipil melawan Partai Kuomintang, dia memenangkannya dan dia menjadi Pemimpin RRC dari tahun 1949 sampai kematiannya pada th 1976.
Di bawah kepemimpinannya, Cina yang menderita Revolusi Kebudayaan. Untuk kekuasaannya RRC menjadi hancur di segala bidang dan puncaknya adalah perang saudara. Ada perkiraan hingga 500.000 kematian sebagai akibat dari kebijakan Mao. Dan Mao pun tewas karena sakit

3. Vladimir Lenin
Lenin meninggal pada 21 Januari 1924, diusia 53. Rumorsnya bahwa Lenin terjangkit sipilis. Pernyataan resmi penyebab kematian Lenin adalah arteriosclerosis otak, atau stroke. Tetapi dari 27 dokter yang merawat dia, hanya delapan menandatangani kesimpulan bahwa mayat tewas krn itu. Oleh karena itu, beberapa teori terus berkembang mengenai kematiannya.

2. Benito Mussolini
Giulino di Mezzegra, pada tgl 28 April, Benito Musolini tewas bersama pacar dan pengikutnya di tembak oleh musuh politiknya sendiri. dalam keadaan tergantung.

1. Saddam Husein
Saddam digantung pada hari pertama Eidul-Adha, 30 Desember 2006, Eksekusi dilakukan di “Camp Justice,” disaksikan oleh seorang tentara Irak di pangkalan Kadhimiya, sebuah lingkungan di timur laut Baghdad. Pelaksanaan direkam pada ponsel, menampilkan Saddam yang sedang menunggu sampai dieksekusi. Video pun bereda ke media elektronik, menjadi subyek kontroversi global.

Pengamat terorisme, Mardigu Wowiek Prasantyo mengatakan, ada pelajaran semantik yang diajarkan kalangan teroris Indonesia untuk digunakan sebagai alat terampuh dalam merekrut para kader baru agar mau sungguh-sungguh menjalankan apa yang menjadi tujuan mereka.
Pendekatan semantik yang dilakukan tersebut kemudian menjadi alat doktrinisasi dan pencucian otak yang efektif bagi penduduk yang menjadi incaran mereka dalam menambah jaringan terorisme.
“Saya sebetulnya terkagum-kagum dengan Nurdin M Top. Kagum dengan seberapa cepatnya Nurdin bisa merubah pikiran orang hingga mau bunuh diri. Hebatnya, itu dilakukan dalam waktu di bawah 10 menit,” ujar Mardigu saat menjadi pembicara diskusi “Teroris juga Punya Rasa Cinta” di Bondies Cafe Jl Ampera Raya, Jakarta Selatan.
Mardigu menceritakan, pelajaran semantik yang bisa merubah dan mendorong pikiran orang dari yang sebelumnya kosong hingga mau melakukan bunuh diri tersebut ia temukan hampir di setiap teroris yang ia wawancara dan interograsi.
“Sudah 437 teroris yang saya interview, jadi saya tahu karena mereka yang cerita ke saya. Bertali-tali sampai semuanya,” ujarnya.
Yang menarik, lanjut Mardigu, dalam proses rekrutmen teroris baru, mereka dengan cepat melakukan doktrinisasi melalui pendekatan semantik dengan hanya ngobrol santai beberapa menit.
Para perekrut tersebut mampu menjerat pemikiran orang lain untuk ikut ke dalam arahannya.
“Salah satu senjata doktrin yang paling ampuh adalah persoalan akidah atau agama. Agama adalah objek yang paling mudah untuk menggerakan kita kepada hal tertentu,” ujar Mardigu.


INILAH.COM, Jakarta – Pada 20 Januari 1963, Indonesia mengambil sikap bermusuhan terhadap Malaysia. Bangsa ini tidak terima dengan tindakan demonstrasi anti-Indonesia yang menginjak-injak lambang negara Indonesia, Garuda.
Untuk balas dendam, Presiden Soekarno melancarkan gerakan yang terkenal dengan nama Ganyang Malaysia. Soekarno memproklamirkan gerakan Ganyang Malaysia melalui pidato pada 27 Juli 1963. Berikut isinya:

Kalau kita lapar itu biasa

Kalau kita malu itu juga biasa

Namun kalau kita lapar atau malu itu karena Malaysia, kurang ajar!

Kerahkan pasukan ke Kalimantan hajar cecunguk Malayan itu!

Pukul dan sikat jangan sampai tanah dan udara kita diinjak-injak oleh Malaysian keparat itu

Doakan aku, aku kan berangkat ke medan juang sebagai patriot Bangsa, sebagai martir Bangsa dan sebagai peluru Bangsa yang tak mau diinjak-injak harga dirinya.

Serukan serukan keseluruh pelosok negeri bahwa kita akan bersatu untuk melawan kehinaan ini kita akan membalas perlakuan ini dan kita tunjukkan bahwa kita masih memiliki Gigi yang kuat dan kita juga masih memiliki martabat.

Yoo…ayoo… kita… Ganjang…

Ganjang… Malaysia

Ganjang… Malaysia

Bulatkan tekad

Semangat kita badja

Peluru kita banjak

Njawa kita banjak

Bila perlu satoe-satoe!

Bisa terbakar semangat patriotisme bangsa Indonesia mendengar pidato Soekarno itu. Kedaulatan Indonesia dianggap harga mati bagi Proklamator Republik Indonesia itu.